{FF} “Jinyoung vs Baro SEASON II: Baby I’m Sorry” (chapter 3-end)

Rated: T

Genre: Romance

Cast: Jinyoung, Baro

Author: Peny

Ini adalah LAST episode…please play Baby I’m Sorry ^^. Are you ready, lets go!

316272_280055835339009_100000037853660_1146866_278316496_n1

—————————————————————————–

Last episode….

Minji menatap Jinyoung dengan mata tajam. “Mari kita putus.”

 

___________________________________________________________________________

“Baiklah. Aku hanya ingin melihatmu merasa tenang dan tanpa beban…. jika aku membebanimu, mungkin kita memang seharusnya putus, Ee Minji.”

——

Jinyoung duduk di balkon gedung studionya sambil menikmati angin malam bersama gitar kesayangannya. Seratus dua puluh hari lebih telah dilewatinya tanpa Minji. Hmm…gadis pemberani dan sangat cerewet, tetapi menyimpan banyak kesedihan…gadis yang sangat ingin Jinyoung bahagiakan. Jinyoung tersenyum sambil mengatur kembali kunci gitarnya.

Bagaimanapun juga…Jinyoung pun memutuskan hal yang sama. Bagaimanapun juga…Jinyoung pun mengatakan hal yang sama. Bagaimanapun juga…Jinyoung pun telah mengakhiri hubungannya dan memutuskan Minji. Sebenarnya dia memang ingin memutuskan Minji…apapun yang terjadi nanti, tapi itulah yang terbaik untuk mereka. Jinyoung tak sanggup melihat Minji selalu kesepian dan hanya menunggu kekasihnya yang bahkan kehadirannya saja tidak dapat dipastikan. Jinyoung tidak bisa membiarkan Minji terus berharap bahwa Jinyoung memiliki banyak waktu seperti dulu dan bisa menemaninya kemanapun. Jinyoung…sudah tidak seperti dulu lagi. Jinyoung…sekarang sudah menempuh kehidupannya sendiri dan apapun yang dilakukannya akan sangat mempengaruhi banyak orang. Mungkin akan tekesan egois jika alasan Jinyoung ingin memutuskan Minji adalah karena karirnya sebagai seorang idola di industri musik. Tapi…seperti itulah kenyataannya.

Bukan karena Jinyoung tak lagi menyukai Minji…tidak. Justru karena semakin lama, Jinyoung semakin menyukai Minji, sehingga dia merasa semakin berat untuk melanjutkan hubungannya. Jika dia mempertahankan hubungannya dengan Minji, maka itu akan mengancam karirnya dan mengancam kehidupan pribadi Minji. Tidak akan ada yang bahagia jika hal itu terjadi…maka, Jinyoung memutuskan untuk mencoba mengakhiri hubungannya dengan Minji. Bukan dengan mengatakan ‘mari kita putus’, tetapi dengan memancing Minji supaya merasa lelah akan dirinya. Jahat…yah, Jinyoung bisa dikatakan jahat, tapi itu yang terbaik untuk Minji…dan dia.

Jinyoung sengaja mengatur jadwalnya sampai larut malam sehingga akan mengurangi frekuensi dia untuk menelepon Minji, dan berpura-pura menebusnya di pagi hari. Jinyoung sengaja tidak terlalu sering menyamarkan identitasnya saat berkencan dengan Minji, supaya fans mengerubutinya. Jinyoung sengaja mengatur semua itu supaya Minji melihat sendiri seperti apa Jinyoung yang sekarang. Akan  sangat melelahkan jika Jinyoung menjadi lebih terkenal nanti, dia hanya mampu melihat kekasihnya di televisi tanpa diketahui keberadaannya oleh para fans Jinyoung. Sebelum hal itu terjadi, Jinyoung ingin mengakhiri saja hubungannya dengan Minji. Maaf baby, itu yang terbaik…

“Baby i’m sorry, we got the better…” Jinyoung memetik gitarnya dan melantunkan sedikit lirik barunya, kemudian menuliskannya di buku. Yah, putus dari Minji bukan berarti kehidupannya berakhir. Justru inilah awal kehidupan bagi dia dan Minji.

Jinyoung akan kembali mengeluarkan album, dan Minji…entahlah…sekarang ini Minji sudah menjadi sehebat apa ya? Lebih dari empat bulan mereka putus, dan masing-masing menjalani hidupnya.

“Kau pasti sudah hebat sekarang,” gerutu Jinyoung sambil mengangguk-angguk dan kembali memetik gitarnya. “Every night every night you~.”

“Hyung? Mobilnya sudah siap, ayo kita pulang,” seru Gongchan dari ujung pintu. Jinyoung menoleh dan tersenyum manis kepada adiknya, lalu membereskan gitar dan buku-bukunya. Dia merangkul Gongchan sambil mengobrol santai menuju mobil mereka.

***

“Jinyoungie hyuuuuung~,” Baro menyapa Jinyoung yang sedang termenung di ruang rekaman di dorm B1A4. “Yang lain dimana?”

“CNU, Sandeul, dan Channie ke supermarket.^^”

“Oooh. Kau sudah membuat liriknya?”

“Huaah, masih 30% >,< agak susah mengeluarkan semua inspirasiku kali ini.”

“Kau dari pagi sampai sore di sini? Sudah makan? Belum? Ya, hyung! Jangan lupa makan, dong! T_T Hyung jangan menyiksa diri sendiri, ayo istirahat dulu.”

“Barooo…” Jinyoung tiba-tiba merasa sesak dan lelah. “Sepertinya…aku merindukannya. Ah, tidak! Aku benar-benar merindukannya, sangat merindukannya…aku…sedikit menyesal sekarang…”

Baro menepuk-nepuk pundak Jinypung dengan penuh kasih sayang.

“Ah…eotteohke?? Kenapa aku jahat sekali…kenapa aku membuatnya bosan terhadapku…aku membuatnya lelah supaya dia memutuskanku…aku pikir…aku pikir…ini yang terbaik untuk kami…tapi…aaah!” Jinyoung menutupi matanya dan menunduk, menyembunyikan air mata dan keputus-asaannya kepada Baro.

“Araseo, hyung. Kau pasti sangat lelah, ayo istirahat dulu,” ajak Baro dengan lembut, mengelus kepala Jinyoung. Rasanya pedih sekali melihat hyungnya terisak seperti itu T.T. Baro sengaja menatap langit-langit ruangan itu, karena dia tahu saat ini Jinyoung sedang tidak ingin dilihat. Hyung…

“Baby i’m sorry???” Sandeul mengerutkan kening dan memonyongkan bibirnya. “Kenapa tidak kisah cinta?”

“Ini kan juga kisah cinta,” jawab Jinyoung.

“Kisahmu bukan?” tanya Gongchan langsung kepada Jinyoung. -_- aigo, nebaknya pas banget xP.

Jinyoung menggaruk kepalanya dan berdeham. “Ahem! CNU, kau bisa membuat lirik rapnya, kan?” CNU melayangkan tanda O.K dengan senyum meyakinkan. “Bagus.”

“Oh, jadi ini kisah CNU hyung…,” Gongchan menyimpulkan sendiri, kemudian kembali menatap laptopnya. -..-

Jinyoung menatap kembali kertas-kertas note lagu dan sebagian dari lirik yang sudah dibuatnya. “Aku butuh waktu lagi…sepertinya aku ingin mengubah lagi komposisi lagunya.”

“Mwo?!! Hyung, yang ini sudah bagus, kok,” seru Sandeul. CNU hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat Jinyoung.

“Tidak…ini sepertinya masih salah. Aku harus mengulangnya lagi dari awal.”

“Mengulangnya? Akan memakan waktu lama, hyung. Sudahlah pakai yang ini saja.”

“Andwae! Aku ulang saja, karena ada bagian yang masih salah dan kurang tepat. Mungkin tiga hari lagi sudah selesai. Beri aku waktu lagi yah.”

“Ya, Jinyoung-ah…jangan memaksakan diri seperti itu…”

“Tidak. Paling cepat dua hari deh, tidak akan lama. Komposisi yang ini kurang pas sepertinya,” Jinyoung menanggapi CNU dengan cepat, lalu mengamati note-note lagunya dengan serius. “Aku ingin ini menjadi lagu paling hebat di album baru kita nanti. Percaya padaku, oke! ^^.”

***

Ketika empat hari terlewatkan, Jinyoung mengatakan bahwa ada sedikit nada yang kurang dalam komposisi lagunya, dan kembali mengolah komposisi lagunya. Lebih dari dua minggu setelahnya, barulah Jinyoung memutuskan komposisinya sudah oke dan tidak akan diubah lagi. Member hanya bisa mengatakan “wow!” “wuah!” “gila!” “hebat!” saat komposisi lagu Baby I’m Sorry yang terakhir seleseai digarap oleh Jinyoung.

“Kau bekerja keras sekali, benar-benar menakutkan melihatmu di ruang rekaman itu. Kau serius sekali, dan…komposisi ini benar-benar..ah, aku sampai ingin menangis,” celetuk CNU sangat bahagia dan senang.

“Aku sudah tidak sabar ingin memulai rekamannya ><!”

“Hyung, kau ini manusia atau bukan sih? Huaaa, hebat sekali!!!! Asli! Ini keren sekali!”

“Kau berkutik selama satu bulan untuk mendapatkan komposisi seperti ini…hyung, kau benar-benar mengerikan xD! Hebat! Mengerikan! Ah!”

Semua memuji Jinyoung dengan ekspresinya masing-masing. Yang paling Jinyoung suka adalah ekspresi Sandeul, yang hanya melongo, berkedip-kedip pelan, menggigit jari sambil menatap Jinyoung, lalu salto di tempat, tersenyum dan memeluk erat Jinyoung sampai tidak mau lepas! ^^. Mari berpesta, B1A4!!! Setelah semua lirik dan komposisi lagu diselesaikan dengan baik, B1A4 memulai perekaman, lalu perilisan teaser dan MV, kemudian melakukan promo kembali.

“Benarkan? Tidak akan ada waktu luang,” gerutu Jinyoung saat memasuki mobil. Dia dan member harus menghadiri acara Dream Concert 2012, jadi pagi-pagi sekali mereka harus mempersiapkan diri. Jinyoung berangkat dulu karena member masih melakukan recording di acara radio. “Boleh aku menunggu yang lain di kafe terdekat saja? Aku agak lapar, hehehe^^.”

Mobil berhenti di sebuah kafe dan Jinyoung segera memasuki kafe itu sekaligus memesan beberapa kue untuk mengisi perutnya. Pengunjungnya tidak begitu banyak. Hanya ada sepasang anak remaja di sudut ruangan, dan satu gadis berambut panjang berwarna sokelat kehitaman sedang memebaca buku.

Jinyoung melahap kue cokelatnya sambil mengamati gadis di sebelahnya. Wajahnya manis sekali sih? >_< Jinyoung menyeruput susu cokelatnya dan melirik jam tangan. “Ah, member lama sekali…”

Saat Jinyoung menguap lebar, dia tertegun melihat ponsel yang dipegang gadis di sebelahnya. Mwo?! Ponsel itu…warna itu…hiasan itu…

“Minji?!”

Gadis itu menoleh. “Oh?! Jin…,” Minji tiba-tiba menundukkan kepala dan berbisik, “Jinyoung? Apa yang kau lakukan di sini?”

Jinyoung tersenyum dan menghampiri meja Minji, lalu duduk di sana. “Kau apa kabar? ^^.”

“Baik :) . Kau sendiri?”

“Aku juga^^. Bagaimana kuliahmu?”

“Uhm? Aku sekarang bukan mahasiswa Korea, hahaha.”

“Apa? Kau tidak lulus kuliah?!!”

“Ya! Bukan…tapi aku sekarang adalah mahasiswa asing ^^. Hehehe, aku sekarang kulaih di Perancis. Ujianku lulus dengan nilai yang sangat tinggi sehingga aku mendapat beasiswa ke sana. Oh, aku sudah mendengar lagu barumu, wuah! Bagus sekali ^^.”

“Omooooo, kau juga hebat!” Jinyoung menatap mata gadis itu. Senang sekali menatap mata Minji yang jernih dan penuh semangat itu. Rasanya seperti menghirup udara segar dan ingin memulai hidup baru xD. “Untunglah kau baik-baik saja. ^^ Dan sekarang kau terlihat sangat keren, Minji.”

“Hahaha, apakah itu permintaan maaf? Ah, sudahlah…sekarang kita berjalan di garis hidup masing-masing. Seperti katamu, ‘Baby I’m Sorry, we got the better~,” Minji melantunkan sebagian lirik lagu B1A4. Jinyoung tersenyum malu saat Minji menyanyikannya.

“Kau sendirian di sini atau bersama….uhmmm, maaf…kekasih?”

Minji tersenyum. “Aku menunggu seseorang ^^.”

“Aah, araseo~ Kenalkan padaku kapan-kapan yah :) .”

“Apanya?”

“Kekasihmu ^^. Hehehe~.”

Minji mengecek poselnya, lalu tersenyum. “Ah, aku harus pergi. Kapan-kapan kita mengobrol lagi, Jinyoung ^^. Jika aku berada di Korea tentunya, hahaha. Sampai jumpa lagi.”

Minji berjalan keluar kafe, dan Jinyoung melihat seorang cowok menggandeng tangan Minji. Ah, itu dia kekasihnya…wah, tampan sekali. Yah, semoga Minji bahagia dimana pun dia berada dan dengan siapapun dia berhubungan sekarang. Semoga dia selalu tersenyum. Dan Jinyoung? Jinyoung akan terus melanjutkan hidupnya seperti ini…menjadi seorang idola dan terus menyalurkan jiwa seninya ke dalam musik.

Jinyoung akan terus melanjutkan hidupnya dengan bahagia bersama member B1A4. Dia akan terus bersama B1A4 sampai segala hal tak mampu memisahkan mereka. Lalu tentang Minji? Minji hanya akan menjadi sebuah kisah…sebuah kisah yang tidak akan pernah Jinyoung lupakan sepanjang hidupnya. Minji adalah sebuah kisah manis dari Jung Jinyoung…yang hanya akan Jinyoung simpan di dalam hatinya.

Bagaimana dengan perasaan dan cintanya? Cinta Jinyoung hanya untuk BANA…mwo? Siapa BANA? Para fansnya…fans dia dan B1A4…BANA…hanya kepada mereka dia akan mencurahkan semua perasaan dan rasa cintanya.

“Karena kekasihku ada banyak sekarang,” celetuk Jinyoung sambil melirik jam di tangannya. “Kapan-kapan aku harus berkencan dengan mereka semua…”

Siapa?

“BANA, tentu saja ^-^.”

-END-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s